By | December 10, 2025
Syarat Kerja Offshore

Kerja offshore identik dengan lingkungan laut, lokasi terpencil, akses terbatas, serta standar keselamatan tinggi. Banyak posisi berada pada platform pengeboran, fasilitas produksi minyak dan gas, wind-farm lepas pantai, kapal pendukung, serta unit FPSO. Kondisi tersebut membuat syarat kerja offshore menjadi lebih ketat dibandingkan pekerjaan darat. Agar peluang diterima lebih besar, peminat perlu mengetahui aturan, kompetensi, sertifikasi, serta dokumen pendukung yang biasa diminta operator maupun perusahaan jasa energi.

Syarat Kerja Offshore Pendidikan dan KualifikasiĀ 

Syarat kerja offshore sering berkaitan dengan latar belakang pendidikan atau pengalaman. Posisi teknis seperti teknisi listrik, teknisi mekanik, operator produksi, welder, NDT inspector, atau engineer pembangkit memerlukan pendidikan minimal diploma atau sarjana di bidang teknik. Beberapa posisi seperti roustabout, rigger, atau utility crew masih dapat ditempati oleh pelamar dengan pendidikan menengah, selama memiliki sertifikasi keselamatan dan kemampuan kerja lapangan yang sesuai.

Peran tertentu membutuhkan kemampuan komunikasi yang jelas, terutama ketika mengikuti instruksi keselamatan atau berinteraksi dengan tim internasional. Untuk proyek luar negeri atau rig yang beroperasi di wilayah internasional, penggunaan Bahasa Inggris sering muncul sebagai syarat utama. Komunikasi efektif membantu meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko salah interpretasi saat kondisi darurat.

Sertifikasi Keselamatan dan Pelatihan Wajib

Syarat Kerja Offshore

Banyak syarat kerja offshore berhubungan dengan pelatihan keselamatan. Lingkungan laut menuntut setiap pekerja siap menghadapi cuaca ekstrem, mobilisasi helikopter, potensi kebakaran, paparan gas, serta kondisi darurat lain. Beberapa sertifikasi yang banyak diminta antara lain:

1. BOSIET, HUET, dan Varian Pelatihan OPITO

BOSIET (Basic Offshore Safety Induction and Emergency Training) termasuk pelatihan dasar keselamatan untuk individu yang ingin bekerja di fasilitas offshore. Materi yang diberikan meliputi pengenalan keselamatan, penggunaan alat evakuasi, teknik bertahan hidup, hingga respons kebakaran. Banyak perusahaan juga meminta HUET (Helicopter Underwater Escape Training), karena sebagian platform hanya bisa dicapai dengan helikopter. Pada beberapa wilayah, sertifikasi CA-EBS atau TBOSIET muncul sebagai syarat pelengkap.

Pelatihan tersebut membantu memastikan pekerja memahami penggunaan jaket pelampung, prosedur evakuasi darurat, eskalasi bahaya, serta upaya penyelamatan diri saat helikopter melakukan ditching. Sertifikasi OPITO memiliki masa berlaku tertentu, sehingga perlu diperpanjang agar tetap sesuai standar operasional perusahaan.

2. Medical Offshore Certificate

Syarat kerja offshore juga mencakup pemeriksaan kesehatan. Sertifikat medis offshore memastikan pelamar fit bekerja di lingkungan laut yang menuntut stamina dan ketahanan fisik. Pemeriksaan meliputi kesehatan umum, tekanan darah, penglihatan, pendengaran, pernapasan, serta indikator lain yang menentukan apakah pelamar mampu bekerja di ruang sempit, area berketinggian, atau platform dengan risiko gas.

Tes tersebut berguna menilai kesiapan fisik saat terjadi evakuasi, penggunaan alat bantu pernapasan, atau pekerjaan di ruang terbatas. Banyak operator mensyaratkan sertifikat medis selevel OGUK atau standard marine medical untuk kru kapal pendukung.

Baca Juga : Syarat Melamar Kerja di PT HWI Jepara

3. Pelatihan Tambahan Tergantung Peran

Untuk posisi teknis, syarat kerja offshore kerap mencakup pelatihan tambahan seperti H2S awareness, confined space entry, working at height, rigging and slinging, hingga penggunaan SCBA. Pada peran tertentu seperti welder atau teknisi, sertifikasi NDT, lifting competence, atau pengelasan bersertifikat juga muncul sebagai kebutuhan.

Posisi HSE atau safety officer biasanya meminta sertifikat HSE level tertentu, first aid, fire safety, serta pemahaman mendalam tentang pengendalian bahaya dan audit keselamatan. Setiap peran memiliki tuntutan berbeda, sehingga pelamar harus mengetahui kualifikasi yang tepat sebelum mendaftar.

Syarat Kerja Offshore Dokumen dan Administratif

Syarat kerja offshore tidak hanya berkaitan dengan pelatihan, tetapi juga dokumen legal. Pelamar yang bekerja di luar negeri biasanya harus menyediakan paspor, visa kerja, izin tinggal, serta dokumen kelautan seperti Buku Pelaut jika akan ditempatkan di atas kapal. Perusahaan sering meminta bukti vaksinasi tertentu, riwayat kesehatan, pemeriksaan narkoba, serta hasil background check.

Semua dokumen tersebut membantu perusahaan memastikan kepatuhan terhadap hukum negara tempat fasilitas offshore beroperasi, sekaligus menjaga keamanan operasional.

Persyaratan Fisik, Mental, dan Keselamatan

Pekerjaan di platform offshore menuntut fisik prima. Suhu dingin, angin kencang, getaran peralatan, hingga jam kerja panjang dalam sistem rotasi membuat daya tahan tubuh penting. Selain kompetensi teknis, syarat kerja offshore juga mencakup kesiapan mental, kedisiplinan tinggi, fokus keselamatan, dan kemampuan bekerja dalam tim. Lingkungan offshore sangat mengutamakan budaya HSE, sehingga pekerja harus mampu mengikuti prosedur keamanan tanpa kompromi.

Pelatihan evakuasi, penggunaan APD, pemahaman jalur penyelamatan, serta komunikasi darurat menjadi bagian dari rutinitas. Kepatuhan terhadap protokol keselamatan menentukan kelancaran operasi dan meminimalkan kecelakaan.

Syarat Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Syarat kerja offshore berbeda untuk setiap peran. Misalnya:

  • Teknisi listrik, mekanik, instrumentasi, dan operator produksi membutuhkan pendidikan teknik, sertifikat keselamatan, serta pengalaman kerja industri.
  • Kru kapal atau marine crew memerlukan dokumen kelautan seperti CoC, STCW, seaman book, serta marine medical certificate.
  • Jabatan HSE atau safety officer memerlukan sertifikat HSE tingkat menengah hingga lanjutan, pemahaman regulasi keselamatan, serta kemampuan mengelola risiko.

Setiap kategori pekerjaan memiliki tuntutan kompetensi unik sehingga pencari kerja perlu mengetahui kualifikasi paling relevan.

Cara Mempersiapkan Diri Kerja Offshore

Persiapan menuju pekerjaan offshore membutuhkan ketelitian. Beberapa langkah terstruktur dapat membantu pelamar lebih siap menghadapi tuntutan kerja.

Mulai dengan mengevaluasi latar belakang pendidikan untuk menentukan posisi paling sesuai. Setelah itu, pelamar bisa mengurus pelatihan dasar seperti BOSIET dan HUET. Sertifikat medis offshore perlu diperoleh sebelum mengikuti seleksi atau sebelum perusahaan mengirim kandidat ke lokasi kerja.

Pelatihan tambahan seperti H2S, working at height, confined space, fire safety, atau rigging dapat meningkatkan peluang diterima. Setelah kompetensi teknis terpenuhi, persiapkan dokumen legal seperti paspor, vaksinasi, izin kerja, serta riwayat sertifikasi. Keseluruhan tahapan tersebut bertujuan memastikan kesiapan fisik, mental, dan administratif.

Syarat kerja offshore mencakup pendidikan, kesehatan, sertifikasi keselamatan, kompetensi teknis, dokumen legal, serta kesiapan mental menghadapi lingkungan laut. Semua kebutuhan tersebut memberi perlindungan bagi pekerja sekaligus menjaga kelancaran operasi. Pelamar yang ingin memasuki dunia offshore perlu menyiapkan kemampuan teknis, mengikuti sertifikasi wajib, memenuhi standar medis, serta melengkapi dokumen administratif. Semakin lengkap persiapan tersebut, semakin besar peluang menembus industri yang menuntut disiplin dan ketangguhan tinggi.