By | December 7, 2025
Syarat Kerja Konstruksi di Jepang

Syarat Kerja Konstruksi di Jepang harus di penuhi sebelum melamar ke perusahaan yang ada dijepang. Kebutuhan tenaga kerja di sektor konstruksi Jepang terus meningkat. Banyak proyek sedang berjalan, mulai dari pembangunan gedung bertingkat, perbaikan infrastruktur, hingga pekerjaan sipil besar yang memerlukan tambahan tenaga terampil dari luar negeri. Kondisi tersebut membuka peluang bagi calon pekerja Indonesia yang berminat membangun karier di Jepang.

Agar kesempatan tidak terlewat, syarat kerja konstruksi di Jepang perlu dipahami sejak awal. Mulai dari kemampuan bahasa, sertifikasi keterampilan, kesehatan fisik, hingga pemilihan lembaga penyalur yang sah. Setiap elemen saling berkaitan dan menentukan kelancaran keberangkatan serta kenyamanan bekerja di negara tujuan.

Berikut uraian lengkap mengenai apa saja yang wajib dipersiapkan sebelum berangkat ke Jepang untuk bekerja di sektor konstruksi.

Visa Kerja untuk Sektor Konstruksi

Syarat Kerja Konstruksi di Jepang

calon pekerja juga harus paham jenis visa yang biasanya dipakai untuk kerja kontruksi di jepang sebagai berikut.

1. Specified Skilled Worker (SSW/Tokutei Ginou)

SSW menjadi jalur paling populer bagi pekerja asing yang ingin bekerja di sektor konstruksi Jepang. Otoritas setempat membuka layanan untuk menutupi kekurangan tenaga kerja terlatih. Dua kategori tersedia:

SSW No.1

Memberi kesempatan tinggal hingga lima tahun, cocok bagi pekerja yang memiliki kemampuan dasar namun tetap memenuhi standar kompetensi Jepang. Pekerjaan dalam kategori  konstruksi bangunan, pekerjaan sipil, perbaikan jembatan, pekerjaan utilitas, dan pekerjaan lapangan lain yang membutuhkan tenaga terampil.

SSW No.2

Kategori lanjutan yang memungkinkan perpanjangan tinggal lebih lama. Biasanya diperoleh setelah pengalaman memadai atau sertifikasi tingkat lanjut.

Skema SSW memberikan peluang stabil dan jelas, termasuk jenjang karier dalam sektor konstruksi di Jepang.

2. Jalur Engineer/Spesialis

Beberapa posisi konstruksi yang bersifat teknis, manajerial, atau berkaitan dengan perencanaan dapat menggunakan jalur Engineer/Specialist. yang dicari oleh lulusan perguruan tinggi atau pekerja berpengalaman. Walaupun demikian, jalur tersebut tidak berlaku untuk pekerjaan konstruksi berat atau pekerjaan lapangan umum.

Bagi pelamar dengan latar belakang pendidikan tinggi di teknik sipil, arsitektur, manajemen proyek, atau bidang serupa, jalur yang cukup menguntungkan karena memberikan fleksibilitas lebih besar terhadap durasi tinggal dan jabatan kerja.

Jika ingin kerja di tempat yang beda bisa dicoba ke Syarat Kerja Di Galangan Kapal

Syarat Kerja Konstruksi di Jepang

Syarat Kerja Konstruksi di Jepang

Untuk syarat yang harus di siapkan bisa di cek berikut.

1. Kemampuan Bahasa Jepang (JLPT/JFT)

Penguasaan bahasa Jepang menjadi fondasi penting. Untuk skema SSW, persyaratan yang diterapkan berupa kelulusan salah satu ujian berikut:

  • JLPT Level N4
  • JFT-Basic

Standar kemampuan tersebut menunjukkan bahwa calon pekerja mampu memahami instruksi umum di tempat kerja, membaca papan informasi, mengikuti briefing harian, serta berkomunikasi dengan rekan kerja.

Beberapa orang yang pernah mengikuti program magang teknis di konstruksi sebelum SSW dapat memperoleh pengecualian untuk ujian bahasa. Namun tetap dianjurkan meningkatkan kemampuan komunikasi karena aktivitas konstruksi membutuhkan instruksi jelas demi keselamatan.

2. Sertifikasi Keterampilan Kerja Konstruksi

Penilaian keterampilan menjadi syarat utama dalam skema SSW. Pelamar wajib mengikuti ujian keterampilan khusus bidang konstruksi, mencakup materi teori dan praktik.

Bidang ujian mencakup:

  • Formwork (bekisting)
  • Rebar (pembesian)
  • Plumbing dan utilitas
  • Pekerjaan finishing
  • Pekerjaan sipil lainnya

Ujian untuk memastikan bahwa tenaga kerja memenuhi standar keselamatan dan kualitas kerja Jepang. Untuk individu yang pernah menjadi trainee teknis di bidang konstruksi, beberapa ketentuan ujian dapat diganti dengan bukti penyelesaian program sebelumnya.

3. Latar Belakang Pendidikan dan Kesehatan Fisik

Mayoritas lembaga penyalur mensyaratkan minimal lulusan SMA/SMK atau setara. Kualifikasi tersebut diperlukan agar calon pekerja mampu mengikuti pelatihan keterampilan maupun ujian bahasa Jepang.

Pemeriksaan kesehatan juga wajib dilakukan. Konstruksi memerlukan kekuatan fisik yang memadai sehingga pelamar harus bebas dari penyakit berat seperti TBC aktif, gangguan jantung serius, atau kondisi fisik yang menghambat pekerjaan lapangan. Beberapa lembaga penyalur menambahkan syarat tinggi dan berat badan proporsional guna memastikan kesiapan bekerja.

Rentang usia tidak diatur ketat pada regulasi Jepang, namun lembaga penyalur biasanya menetapkan batas, sebagai Syarat Kerja Konstruksi di Jepang, misalnya 18 hingga 30 tahun, demi menyesuaikan kebutuhan lapangan.

4. Legalitas Penyaluran dan Perusahaan Penerima

Untuk pelamar dari Indonesia, keberangkatan melalui lembaga penyalur resmi memberikan keamanan. Lembaga resmi memiliki izin yang diverifikasi pemerintah, sehingga penempatan tidak mengandung risiko penipuan atau pelanggaran aturan.

Perusahaan di Jepang yang ingin mempekerjakan tenaga asing pada sektor konstruksi juga wajib memiliki izin usaha sesuai hukum setempat. Selain itu, perusahaan harus mengajukan rencana penerimaan pekerja asing kepada otoritas Jepang. Peraturan bertujuan mencegah eksploitasi dan memastikan pekerja memiliki kondisi kerja layak.

Persiapan Sebelum Berangkat ke jepang

Persiapan menuju Jepang untuk bekerja dalam sektor konstruksi memerlukan beberapa tahap penting. Tahapan berikut membantu memperjelas gambaran untuk Syarat Kerja Konstruksi di Jepang:

  1. Mendaftar ke lembaga penyalur berizin

Pendaftaran umumnya mencakup pelatihan awal dan pemeriksaan dokumen. Pilih lembaga yang tercatat pada sistem resmi agar rute keberangkatan aman.

  1. Mengikuti ujian bahasa Jepang

JLPT N4 atau JFT-Basic harus dilewati sebelum pengurusan visa. Waktu belajar dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

  1. Mengikuti ujian keterampilan konstruksi

Bidang keterampilan disesuaikan dengan posisi yang diminati. Semakin tinggi nilai ujian, semakin besar peluang diterima perusahaan Jepang.

  1. Mencari perusahaan penerima dan menandatangani kontrak

Kontrak akan memuat upah, jam kerja, lokasi pekerjaan, serta fasilitas. Pastikan seluruh isi kontrak dipahami sebelum disetujui.

  1. Pengajuan visa kerja

Perusahaan akan mengajukan rencana penerimaan ke otoritas Jepang. Setelah disetujui, proses visa dapat dimulai.

Setiap langkah wajib diselesaikan supaya keberangkatan berjalan tanpa hambatan.

Ketentuan yang Perlu Diperhatikan

Beberapa pekerjaan konstruksi memiliki risiko tinggi, misalnya pengoperasian alat berat, pekerjaan pada ketinggian, atau pekerjaan di area berbahaya. Posisi tersebut membutuhkan sertifikasi tambahan sesuai standar hukum Jepang. Jika pelamar belum memiliki syarat tersebut, perusahaan tidak boleh menempatkan pelamar di area berbahaya.

Setelah tiba di Jepang, pekerja asing mendapatkan hak yang sama dengan pekerja lokal. Upah mengikuti standar setempat, termasuk tunjangan lembur, asuransi kesehatan, serta perlindungan kerja lainnya. Kontrak yang diberikan juga harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga tidak ada ketentuan yang membingungkan.

Kesalahan di Calon Pekerja

Beberapa hal sering disalahpahami dalam persiapan menuju Jepang, antara lain:

  • Menganggap bahwa lulusan SMA tidak bisa bekerja di sektor konstruksi Jepang. Faktanya, sektor yang membuka jalur SSW yang tidak menuntut pendidikan tinggi.
  • Mengabaikan ujian bahasa Jepang. Tanpa kelulusan JLPT N4 atau JFT-Basic, pengajuan visa tidak bisa dilanjutkan.
  • Melakukan pendaftaran lewat penyalur ilegal. Praktik tersebut berisiko membawa masalah hukum dan penempatan yang tidak sesuai kontrak.
  • Menyetujui kontrak tanpa pengecekan legalitas perusahaan penerima.

Menghindari kesalahan tersebut dapat memperlancar perjalanan menuju pekerjaan konstruksi Jepang.

Sektor konstruksi di Jepang memiliki kebutuhan tenaga kerja yang terus bertambah. Pelamar dari Indonesia berpeluang besar masuk ke sektor tersebut, selama syarat kerja konstruksi di Jepang dipenuhi dengan benar. Persiapan mencakup penguasaan bahasa Jepang, kelulusan ujian keterampilan, kondisi fisik yang layak, serta penggunaan lembaga penyalur yang sah.

Dengan persiapan matang, peluang untuk mendapatkan pekerjaan stabil dan penghasilan layak semakin besar. Karir di konstruksi Jepang dapat menjadi jalan menuju peningkatan keahlian, pengalaman kerja internasional, dan masa depan yang lebih menjanjikan.