
Syarat fisik kerja Jepang sering menjadi pertimbangan penting bagi banyak calon pekerja luar negeri, terutama yang ingin masuk sektor industri, manufaktur, pertanian, ataupun layanan perawatan.
Negeri tersebut dikenal memiliki standar ketenagakerjaan ketat yang menekankan kesehatan, kekuatan tubuh, serta kesiapan mental. Kebutuhan tenaga kerja asing yang terus bertambah membuat peluang semakin terbuka, namun persiapan fisik tetap menjadi fokus utama agar lolos tahap seleksi dan pemeriksaan kesehatan.
Kesempatan bekerja di Jepang cukup besar, khususnya untuk jenis visa seperti Specified Skilled Worker (SSW). Visa tersebut mewajibkan kondisi tubuh prima dan dokumentasi medis lengkap. Karena itu, memahami syarat fisik kerja Jepang sejak awal memberi kesempatan lebih besar untuk diterima perusahaan serta memperlancar pengajuan dokumen resmi.
Contents
Syarat Fisik Kerja Jepang

Untuk syarat fisik tentunya akan berbeda dengan setiap bidang pekerjaan yang akan di ambil oleh calon pekerja, lengkapnya di bawah .
Pekerjaan dengan kebutuhan fisik tinggi
Banyak lowongan yang memerlukan tenaga kuat dan stamina terjaga. Sektor seperti pabrik, konstruksi, perikanan, hingga pertanian sering menuntut tubuh kuat, kemampuan berdiri lama, serta ketahanan terhadap tugas berulang. Calon pekerja di sektor tersebut biasanya diminta mengikuti pengecekan fisik mendetail sebelum diberangkatkan.
Syarat fisik kerja Jepang pada kategori pekerjaan yang cenderung lebih ketat karena kegiatan sehari-hari bersifat fisik. Beberapa posisi bahkan meminta pengukuran khusus seperti kemampuan mengangkat beban, kekuatan tangan, atau jarak pandang.
Status visa dengan pemeriksaan kesehatan wajib
Pekerja asing yang mengajukan visa SSW atau izin tinggal kerja lain perlu melewati rangkaian tes medis yang lengkap. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan mata, pendengaran, rontgen paru, tes darah, tekanan darah, hingga riwayat penyakit. Pengajuan izin tinggal akan ditolak jika kesehatan tidak memenuhi syarat atau ditemukan penyakit menular tertentu.
Untuk memastikan kesesuaian, lembaga pelatihan dan perusahaan biasanya memberi daftar pemeriksaan sejak awal agar calon tenaga kerja lebih siap.
Syarat Kerja Konstruksi di Jepang masih berhubungan dengan fisik jadi jika ingin melamar ke bagian tersebut bisa dipahami dulu syaratnya ya.
Syarat Fisik dan Kesehatan untuk Kerja di Jepang

Syarat fisik kerja Jepang mencakup beberapa aspek penting, mulai dari proporsi tubuh, kondisi penglihatan, penyakit tertentu, hingga kekuatan tubuh. Bagian berikut menjelaskan poin paling umum yang biasanya menjadi penilaian pemberi kerja.
1. Tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh
Banyak perusahaan mencari calon tenaga kerja dengan tubuh proporsional. Tidak ada angka baku, namun Indeks Massa Tubuh (BMI) seimbang memberi peluang lebih besar karena dianggap mempermudah adaptasi terhadap rutinitas kerja.
Tubuh terlalu kurus atau terlalu gemuk kadang menjadi hambatan, terutama jika pekerjaan melibatkan kegiatan fisik rutin. Perusahaan biasanya menilai apakah ukuran tubuh cocok dengan kebutuhan posisi yang ditawarkan.
2. Penglihatan dan pendengaran
Tes mata dan telinga termasuk pemeriksaan wajib. Penglihatan tajam diperlukan pada pekerjaan teknis seperti manufaktur, kontrol kualitas, dan pengoperasian mesin. Gangguan seperti buta warna kadang mengurangi peluang karena bisa memicu risiko kesalahan kerja.
Tes pendengaran juga termasuk bagian penting, terutama untuk pekerjaan yang berhubungan dengan lingkungan bising atau alat berat. Hasil pemeriksaan biasanya dicantumkan dalam laporan kesehatan resmi yang dibutuhkan saat pengajuan dokumen.
3. Riwayat penyakit dan kondisi kesehatan umum
Pengecekan kesehatan biasanya dilakukan untuk memastikan calon pekerja bebas penyakit kronis, penyakit menular, atau kondisi yang dapat mempengaruhi keselamatan kerja. Tes yang dilakukan biasanya mencakup:
- tekanan darah
- fungsi hati
- gula darah
- tes urine
- X-ray dada
- tes anemia
- EKG (jika dibutuhkan)
Syarat fisik kerja Jepang menekankan bahwa tenaga kerja harus kuat menjalankan rutinitas kerja harian tanpa hambatan berarti. Jika riwayat penyakit dianggap membatasi, perusahaan bisa menolak pendaftaran.
4. Tato, tindik, dan kondisi tubuh tertentu
Beberapa lembaga penerima tenaga kerja memiliki kebijakan tambahan terkait tato atau tindik. Tato yang terlihat kadang diasosiasikan dengan hal negatif di lingkungan kerja Jepang. Karena itu, calon pekerja sering diminta tidak memiliki tato terlihat atau tindik mencolok.
Selain itu, beberapa perusahaan juga menilai kondisi fisik seperti cedera lama, kelainan bentuk tubuh tertentu, atau bekas operasi jika berpotensi mengganggu tugas harian.
5. Kekuatan dan stamina
Syarat fisik kerja Jepang untuk pekerjaan dengan tingkat tenaga tinggi sering mencantumkan kemampuan tubuh menghadapi tugas berat. Hal yang diperhatikan meliputi:
- kemampuan mengangkat beban
- daya tahan berdiri lama
- ketahanan terhadap cuaca panas/dingin
- kekuatan otot inti dan kaki
Stamina diperhatikan karena pekerjaan shift atau pabrik dapat berlangsung dalam ritme cepat. Tubuh yang bugar dinilai mampu beradaptasi lebih cepat.
6. Kesehatan mental dan ketahanan psikologis
Beberapa perusahaan mengevaluasi kestabilan kondisi mental karena lingkungan kerja Jepang dikenal memiliki ritme ketat dan struktur kerja rapih. Tekanan waktu dan target tertentu membutuhkan fokus serta ketahanan diri yang baik.
Pemeriksaan Kesehatan dan Dokumen yang Dibutuhkan
Pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan biasanya dilakukan di fasilitas medis yang direkomendasikan lembaga pelatihan atau perusahaan. Laporan tersebut menjadi dokumen wajib yang disertakan saat pengajuan visa.
Tes yang biasa dilakukan mencakup:
- riwayat kesehatan dan medis
- berat badan, tinggi badan, dan BMI
- penglihatan dan pendengaran
- X-ray dada
- tes darah lengkap
- tes urine
- pemeriksaan tekanan darah
- EKG
- pengecekan fungsi hati, kolesterol, dan gula
Hasil pemeriksaan dicetak dalam format standar lalu diterjemahkan jika diminta pihak pemberi kerja. Tes kesehatan biasanya memiliki masa berlaku tertentu sehingga perlu diperbarui jika pengajuan visa memakan waktu panjang.
Syarat Fisik Berbeda pada Setiap Pekerjaan
Tidak ada aturan tunggal mengenai syarat fisik kerja Jepang karena setiap industri memiliki tuntutan unik. Misalnya:
- pekerjaan perawatan lansia lebih menekankan kemampuan mengangkat dan mobilisasi pasien
- manufaktur memerlukan penglihatan tajam dan refleks baik
- konstruksi memerlukan kekuatan tubuh kuat
- pekerjaan gudang membutuhkan stamina bertahan pada lingkungan bersuhu tertentu
Perusahaan juga memiliki penilaian internal berdasarkan pengalaman operasional. Itu sebabnya informasi syarat fisik perlu dilihat dari detail lowongan, bukan hanya acuan umum.
Tips Persiapan Fisik Sebelum Melamar Kerja ke Jepang
Agar siap memenuhi syarat fisik kerja Jepang, beberapa langkah bisa dilakukan sejak awal.
1. Menjaga berat badan dan kesehatan
Menjaga pola makan dan kebugaran membantu menjaga BMI tetap proporsional. Kebiasaan sehat memberi peluang lebih besar lolos pemeriksaan.
2. Periksa mata dan telinga
Jika terdapat keluhan penglihatan atau pendengaran, lakukan pemeriksaan lebih awal untuk mengetahui kondisi sebelum tes resmi.
3. Hindari tato dan tindik terlihat
Jika belum memiliki tato, sebaiknya tidak membuat tato baru. Jika punya, usahakan menghindari area yang terlihat.
4. Persiapkan stamina
Latihan rutin seperti jogging, peregangan, atau latihan kekuatan sederhana membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
5. Siapkan dokumen medis
Pastikan semua hasil pengecekan tersusun lengkap, termasuk keterangan dokter dan rekam medis yang dibutuhkan lembaga pelatihan maupun perusahaan penerima.
Syarat fisik kerja Jepang punya peranan besar dalam keberhasilan pendaftaran tenaga kerja asing. Pemeriksaan kesehatan lengkap, kondisi tubuh yang proporsional, stamina kuat, serta kesiapan mental menjadi faktor yang menentukan apakah calon pekerja dapat diterima.
Setiap jenis pekerjaan memiliki tuntutan berbeda, sehingga penting menyesuaikan persiapan dengan kebutuhan posisi. Dengan kesiapan fisik, dokumen kesehatan yang tepat, serta persiapan mental yang baik, peluang untuk bekerja di Jepang menjadi semakin terbuka.